Gus Ipul Minta Semua Calon Hormati Aturan Main
Kegiatan Khofifah di Trawas Tak Diketahui Bawaslu
Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri rakor PKH se Jatim di Trawas Kabupaten Mojokerto (foto/tis)
Kegiatan Khofifah di Trawas Tak Diketahui Bawaslu
- Gus Ipul Minta Semua Calon Hormati Aturan Main
SURABAYA (Nusapos.com) - Polemik kehadiran Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam rakor Pendamping Keluarga Harapan (PKH) se Jatim di Trawas Mojokerto, Selasa (30/1) lalu, kendati dia sudah tak lagi menjabat Mensos, nampaknya akan berbuntut panjang.
Terlebih, Bawaslu Jatim sebagai lembaga pengawas Pilgub Jatim tidak mengetahui kegiatan tersebut. Padahal, kabar tersebut sudah tersebar ke berbagai media.
"Awalnya kami memang belum menemukan kegiatan yang diduga melanggar ketentuan kampanye tersebut. Sebab Panwaslu Kabupaten Mojokerto tidak mengetahui kegiatan yang digelar PKH tersebut," ujar Aang Khunaifi komisioner Bawaslu Jatim, Rabu (31/1) kemarin.
Namun setelah pihaknya meminta Panwaslu setempat meneluri kembali, kata Aang ternyata benar adanya kegiatan yang dihadiri Cagub Jatim Khofifah Indar Parawansa tersebut. "Ternyata benar ada kegiatan tersebut tapi masih kita dalami. Sebab kegiatan tersebut juga tanpa sepengetahuan pihak kepolisian setempat," ungkapnya.
Senada, Kadinsos Jatim Sukesi mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan rakor PKH se Jatim di Trawas karena kegiatan tersebut bukan dibawah kendali Dinsos Jatim. "Saya lagi di Jakarta, tidak tahu menahu kegiatan tersebut," jelasnya kepada sejumlah media via whatapps.
Terpisah, Ketua Korwil I PKH Jatim Arik Dwi Prasetyo menolak keras jika pihaknya dituduh melakukan mobilisasi mendukung pasangan Khofifah-Emil dalam Pilgub Jatim. Sebab kehadiran Khofifah di acara di Trawas itu murni karena para PKH se Jatim ingin bersilaturrahim sekaligus ingin menyerap ilmu yang dimiliki Khofifah terkait program pengentasan kemiskinan.
"Jujur sebagai mantan Mensos, kami ingin menyerap ilmu dan gagasan beliau yang selama ini sangat bagus. Kalau kemudian kami dituduh atau ibu memobilisasi PKH untuk Pilgub itu tidak ada buktinya. Lihat saja waktu acara kami murni membahas hanya masalah program PKH ke depan sekaligus minta masukan," tegas pria asli Ponorogo.
Bukti, PKH ingin menyerap ilmu Khofifah sejak awal tidak ada baliho ucapan selamat. Berikutnya yang hadir semua PKH se-Jatim kecuali Sumenep dan Ponorogo. Namun saat membaca berita soal Bu Khofifah hadir di acara PKH dan dianggap mendompleng, tentu kami kaget sebab di acara tersebut tidak ada pembicaraan soal Pilgub.
"Kami minta arahan karena program yang dimiliki Bu Khofifah selama ini sangat bagus terutama dalam menekan angka kemiskinan. Dan ilmu itu kita serap dalam menjalankan program PKH ke depan. Saking hormat dan apresiasi kami ke ibu, maka kami memberikan penghargaan sebagai Ibu PKH," dalih Arik
Senada, Cagub Jatim Saifullah Yusuf juga mengaku telah mendengar adanya sebagian masyarakat yang kurang senang dengan tindakan Cagub Jatim lainnya Khofifah Indar Parawansa lantaran dinilai kurang fair dan diduga melanggar aturan main Pilgub Jatim 2018.
"Saya berharap semua pasangan calon bisa kampanye dengan baik dan benar serta hormati dan memahami posisinya masing-masing," ujar Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf di sela-sela mengikut sholat gerhana bulan di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (31/1) malam.
Wagub Jatim ini juga akan berusaha sekuat tenaga bisa kampanye yang baik dan benar. Selain itu Gus Ipul berharap kepada masyarakat ikut menjaga berdemokrasi dengan benar. "Jangan menodai apalagi melanggar aturan, mari kita saling mengawasi. Kalau melanggar ketentuan tentu ada sanksi yang merugikan diri sendiri. Saya berharap ini bisa jadi pelajaran dan sama-sama menjaga," pungkasnya. (tis)
Editor :Try Wahyudi Ary Setyawan
Source : -