Aksi Penanaman Pohon Pasca Pelantikan KPPS di Desa Mentayan: Simbol Mengganti Kertas Logistik Pemilu
Mentayan - Pada hari ini, Pj. Kepala Desa Mentayan bersama Panitia Pemilihan Suara (PPS) dan Komisi Pemilihan Pemilihan Suara (KPPS) yang baru saja dilantik, melaksanakan aksi penanaman pohon sebagai simbol perubahan dalam proses pemilihan umum (Pemilu) 2024.
Aksi ini diadakan sebagai bagian dari upaya menggantikan penggunaan kertas untuk logistik Pemilu. Berbeda dengan pelantikan sebelumnya, pelantikan KPPS kali ini menghadirkan inovasi dengan melibatkan masyarakat dalam kegiatan reboisasi.
Ratusan warga Desa Mentayan turut serta dalam penanaman bibit pohon secara serentak di sejumlah lokasi strategis.
Harapan dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) adalah bahwa kegiatan ini dapat menjadi simbol penggantian surat suara yang terpakai pada Pemilu 2024.
Dengan melibatkan masyarakat dalam penanaman bibit pohon, diharapkan dapat menggantikan sekitar 6.000 ton lebih kertas yang biasanya digunakan untuk mencetak surat suara. "Pelaksanaan penanaman pohon ini bukan hanya sebagai upaya pengurangan limbah kertas, namun juga sebagai komitmen kita bersama dalam melestarikan lingkungan hidup," ujar Pj.
Kepala Desa Mentayan. Proses reboisasi ini menjadi langkah konkrit dalam menghargai keberlanjutan lingkungan hidup. Dengan menggabungkan kegiatan ini dengan pelantikan KPPS, diharapkan dapat membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan di kalangan masyarakat.
Selain memberikan dampak positif pada lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan antara Pj. Kepala Desa, PPS, KPPS, dan masyarakat. Semua pihak terlibat aktif dalam proses penanaman bibit pohon, menciptakan ikatan yang lebih erat di antara mereka. Aksi ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain untuk mengadopsi praktik yang ramah lingkungan dan meningkatkan kesadaran akan keberlanjutan dalam setiap kegiatan masyarakat.
Dengan demikian, Desa Mentayan tidak hanya menjadi contoh dalam penyelenggaraan Pemilu yang inovatif, tetapi juga dalam upaya melestarikan alam untuk generasi mendatang.(inf)
Editor :Tim NP