Kabupaten Siak Juara 1 Penilaian Kinerja Stunting Kategori Inovatif se Riau
Wabup Siak Husni Merza menunjukan Kartu Identitas Anak (KIA) pada saat mempresentasikan kinerja Pemkab Siak tentang penurunan angka stunting di hadapan penilai, Selasa (31/5/2022) di Pekanbaru.
SIAK - Kabupaten Siak kembali menorehkan tinta emas di tingkat Provinsi Riau. Kali ini meraih juara I pada penilaian kinerja stunting kategori inovatif 2022.
Bupati Siak Alfedri amat bersyukur dengan capaian ini, meskipun pihaknya tidak mempunyai orientasi untuk mendapatkan juara. Orientasinya hanyalah bagaimana sebisa mungkin menekan angka stunting di seluruh kampung di kabupaten Siak.
“Alhamdulillah, juara I ini adalah bonus dari kerja sungguh-sungguh kita bersama, yang mempunyai niat yang tulus bagaimana menekan angka stunting dari waktu ke waktu sampai tiba waktunya kabupaten ini bebas stunting,” kata Alfedri, Rabu (1/6/2022).
Ia berkeyakinan pada 2024 kabupaten Siak bebas stunting. Keyakinan itu didasari dari dampak program yang telah dilakukan sejak 2 tahun belakangan, dengan berkurangnya kasus stunting secara signifikan.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Siak Husni Merza. Ia yang mewakili Pemkab Siak pada penilaian yang dilaksanakan di Pekanbaru, Selasa (32/5/2022) kemarin.
“Pada penilaian Kinerja Kabupaten/kota dalam pelaksanaan intervensi Stunting 2022 Kabupaten Siak berhasil menduduki juara 1 kategori Penilaian Kinerja Stunting tingkat provinsi dan juara 1 juga pada kategori Inovatif,” kata Husni.
Kegiatan itu diikuti oleh 10 Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau. Husni memaparkan kinerja Pemkab Siak dihadapan penilai bersama Kepala Bappeda Siak Wan Yunus dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Siak L Budhi Yuwono.
Husni Merza memaparkan data terkait stunting di Kabupaten Siak pada acara penilian itu. Ia mempersentasikan program-program dan inovasi yang ada di Kabupaten Siak.
Pada 2019 persentase stunting Siak di atas nasional dan provinsi namun setelah berusaha selama 2 tahun, yakni 2020 dan 2021 pesentasi stunting di Kabupaten Siak menurun menjadi 13, 79 persen.
Ia mengatakan, Pemkab Siak berkomitmen terus menurunkan angka stunting yang ada di Siak melalui program-program terukur dan menarik. Salah datu program penurunan stunting ada pada kegiatan Bujang Kampung.
"Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen menurunkan serta menangani permasalahan stunting, melalui program-program salah satunya Bujang Kampung yang menyediakan pelayanan administrasi serta kesehatan dan lainnya,” kata dia.
Ia menyebut pada program Bujang Kampung ia dan bupati langsung turun meninjau Balita yang stunting. Tujuannya agar segera ditanangi oleh dinas kesehatan Kabupaten Siak kasus-kasus itu.
“Begitulah komitmen kami dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Siak,” ujarnya.
Husni juga menyebut, Ketua Pelaksana Penilaian Kinerja Kabupaten/kota dalam pelaksanaan Intervensi Stunting 2022 sangat mengapresiasi program-program yang digagas Kabupaten Siak. Melalui program itu Pemkab Siak berhasil menurunkan angka stunting dalam 2 tahun dengan angka yang cukup membanggakan.
“Kita benar-benar mendapat apresiasi sehingga ini tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk semakin aktif dan inovatif dalam melaksanakan program terkait penurunan angka stunting ini,” kata dia.(Infotorial)
Editor :Tim NP
Source : Rls