Jangan Kaget ya, Ini Sederet Risiko Investasi di Reksa Dana
Ada juga yang namanya risiko likuiditas, ini menyangkut kesulitan yang dihadapi oleh manajer investasi jika sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali (redemption) atas unit-unit yang dipegangnya.
"Manajer Investasi kesulitan dalam menyediakan uang tunai atas redemption tersebut," jelas IDX.
Terakhir ada risiko wanprestasi, yang mana merupakan risiko terburuk. Risiko ini dapat timbul ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan reksa dana tidak segera membayar ganti rugi, atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Itu seperti wanprestasi dari pihak-pihak yang terkait dengan reksa dana, pialang, bank kustodian, agen pembayaran, atau bencana alam, yang dapat menyebabkan penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih) reksa dana.
Atas adanya risiko dari investasi reksa dana, Andy menyarankan si calon investor mempelajarinya lebih dulu, misalnya saja prospektus atau dokumen yang berisi informasi mengenai produk reksa dana dari pembentukan hingga keterangan mengenai penyebarluasan.
"Cara menghindari risikonya adalah pelajari prospektusnya sebelumnya dan jangan cuma melihat pertumbuhan nilai unitnya itu hanya sebulan-3 bulan kebelakang. Mending jangka panjang lebih jauh sekalian, misalnya 6 bulan atau 1 tahun kebelakang prospektusnya gimana sih, kerjanya seperti apa sih," paparnya.
"Kecuali kita memang ingin investasi di reksa dana tersebut hanya untuk short term-short term jangka waktu sebulan saja, ya berarti kita paling juga melihatnya 3 bulan kebelakang kinerjanya seperti apa," tambah Andy.
Read more info "Jangan Kaget ya, Ini Sederet Risiko Investasi di Reksa Dana" on the next page :
Editor :Tim NP
Source : detik