Anda Tau Sejarah Kapal Lancang Kuning?
Sketsa Kapal Lancang Kuning
Bentuknya Lancang umumnya berbentuk panjang, rendah dan ramping. Tiangnya dia buah yang disebut Tiang Agung dan Tiang Cantel. Pada bagian buritan terdapat rumah-rumahan yang disebut Magun.
Menurut cerita turun-temurun, nama Lancang itu berasal dari kata Kencang. Karena kendaraan ini memang sangat laju.
Bagian-bagian Lancang adalah :
Lunas : Kayu dasar pada Lancang, terletak dibagian bawah sekali. Kayu ini dipilih yang keras dan kuat. Pembuatannya tidak disambung-sambung.
Gading-gading : Kayu yang dipakukan kepada lunas menjadi kerangka Lancang. Pemasangannya melengkung seperti tulang dada manusia. Gading-gading ini pun tak boleh bersambung, dan disinilah papan dinding dilekatkan.
Sauk : Sauk adalah tempat pertemuan keduan ujung papan dinding bagian haluan dan buritan. Sauk bagian haluan lebih panjang dari sauk buritan. Bentuknya agak melengkung ke luar. Umumnya pada sauk inilah terletak perbedaan dari jenis-jenis perahu itu. (Ada sauk tegak, sauk yang menjorok ke depan agak rebah dan sebagainya).
Papan susun : Papan susun disebut juga papan tunggul. Papan ini adalah papan dinding Lancang.
Belungkang : Fungsinya sama dengan papan susun, tetapi ukurannya lebih besar dari papan susun. Letaknya paling aras. Untuk Lancang kecil, cukup dengan selembar benang saja.
Ketiap : Papan datar yang terletak di atas belungkang. Bentuknya lebar ditengah, dan lancip ujung pangkalnya.
Tajuk : Adalah kayu khusus berfungsi sebagai sambungan gading-gading, terutama kalau Lancang itu tinggi.
Sento : Kayu penghubung antara sesama gading-gading. Pemasangannya sejajar dengan papan susun, tetapi di bagian dalam.
Leper-leper : Papan yang dipasang menutupi kepala (bagian atas) tajuk.
Pisang-pisang : Balok besar yang dipasang pada bagian luar dinding Lancang, memangjang dari haluan ke buritan.
Julung-julung : Kayu yang menjorok jauh ke depan di atas sauk. Fungsinya untuk mengikat tali layar kecil (jib) dan untuk mengikatkan tali tiang layar.
Timba ruang : Ruangan khusus tempat menimba ait. Biasanya terletak dibagian tengah.
Tiang Agung : Tiang yang paling besar (tiang utama) yang terletak di bagian haluan.
Tiang Cantel : Lebih kecil dari tiang Agung. Letaknya di bagian buritan (dibelakang tiang agung).
Apilan : Sarang meriam yang terletak di haluan. Tetapi ada juga yang diletakkan pada kedua belah sisi Lancang.
Layar : Layar utama di tiang Agung. Layar Cantel di tiang Cantel. Layar Jib di haluan.
Magun : Adalah rumah-rumahan yang terletak di bagian buritan. Bentuk magun ini disesuaikan menurut yang memakainya. Kalau Raja, bentuknya seperti Balai. Bagi yang lain, bentuknya seperti rumah belah bubung. Magun diberi hiasan ukiran, umumnya magun dibuat sebuah. Tetapi adalakalanya lebih, tergantung pada besar kecilnya Lancang dan penggunaannya.
Dandan : Bangunan khusus tempat jurumudi. Bentuknya menyerupai magun, tetapi lebih kecil. Letaknya paling buritan.
Jari lipan : Dayung yang dipakai pada kedua belah sisi Lancang. Dayung ini dijulurkan keluar melalui lubang khusus.
Read more info "Anda Tau Sejarah Kapal Lancang Kuning?" on the next page :
Editor :Tim NP