Disdalduk KB dan 11 Kriteria Terwujudnya Kampung KB Mandiri
BENGKALIS, NUSAPOS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk & KB) salah satu dinas yang melaksankan program pemerintah dalam melaksanakan dan pembinaan terhadap Masyarakat menjadi keluarga kecil tingkat kampung yang berkualitas, dan pernah dilakukan pembinaan oleh Disdalduk & KB pada tahun 2018 secara intensif, melaksanakan pembinaan di Kampung KB se-Kabupaten Bengkalis. Bertujuan dengan pembinaan ini bisa meningkatkan kapasitas kader dalam mengelola kelompok kegiatan (Poktan) dengan baik.
Kampung KB itu sendiri adalah sebuah program dari BKKBN untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Program ini pertama kali dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada bulan Januari 2016.
“Jadi Kampung KB ini merupakan gagasan Presiden yang dimaknakan sebagai pembangunan nasional yang berawal dari desa. Kampung KB juga dirancang sebagai upaya membumikan program KB untuk mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dalam mengaktualisasikan 8 fungsi keluarga.
Kami hanya sebagai pembinaan ungkap Kepala Disdalduk-KB H. Ismail yang diwakili kepala Advokasi dan pengerakan Resmauli Lumban Gaul, "untuk kemajuan kampung KB tersebut tergantung Desa yang melaksanakannya, selain sebagai pembina kami dari dinas akan memfasilitasi untuk menuju keberhasilan. Pada tahun 2018 kita telah bina 11 desa namun pada tahun 2019 telah meningkat menjadi 27 desa".

Untuk menjadi acuan agar kampung KB menjadi berhasil didesa perlu ada kerja sama yang baik dengan pemerintah desa, salah satu contoh desa bisa menganggar dana operasional terhadap kampung KB, dan ikut mengsosialisasi masyarakat agar paham betul fungsi kampung KB tersebut. Dan kami juga dari Disdalduk-KB pada tahun 2019 bulan yang lalu telah melaksankan Kegiatan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kesehatan (Kes) tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2019.
Adapun tema yang diusung untuk kegiatan IBI-KKBPK-Kes tersebut adalah “Peran IBI dalam Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Ibu dan Anak guna Mewujudkan Keluarga Berkualitas”.
Pencanangan kegiatan IBI-KKBPK-Kes tingkat Kabupaten Bengkalis tahun 2019 tersebut pada saat itu dipusatkan di Desa Harapan Baru, Kecamatan Mandau, yang dilaksanakan pada Senin, 4 Maret 2019. Dan saat itu diresmikan oleh Bupati Bengkalis Amril Mukminin.
Selain itu, di tempat yang sama pada saat itu, orang nomor satu di kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini juga telah meresmikan Balai Penyuluhan KB. Balai penyuluhan KB ini berfungsi sebagai tempat sarana sosialisasi tentang KB. Bukan sebagai fasilitas kesehatan. Keberadaannya Balai Penyuluhan KB ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar lebih mudah memahami tentang kuantitas dan kualitas keluarga kecil sejahtera.

Dan Kepala Dinas Dalduk juga pernah menyampaikan, selama pelaksanaan Bulan Bhakti Sosial IBI-KKBPK Kesehatan Tingkat Kabupaten Bengkalis, ditargetkan jumlah peserta akseptor Keluarga Berencana (KB) baru sebanyak 4.000 akseptor. "Selama tiga bulan, terhitung dari Maret hingga Mei 2019, kita menargetkan jumlah akseptor baru bertambah menjadi 3.000 hingga 4.000 peserta, terdiri dari alat kontrasepsi pil, suntik, IUD, implan dan Wow,".
Kegiatan pencanangan Bhakti Sosial IBI KKBPK Kes, bertujuan untuk mendorong dan mengajak masyarakat terutama Pasangan Usia Subur (PUS) dan peserta KB aktif untuk lebih memilih metode kontrasepsi jangka panjang. Misalnya IUD, implan dan kontap.
Untuk mencapai target angka hingga 4.000 peserta baru, Dinas Dalduk dan KB kabupaten Bengkalis gencar meningkatkan komunikasi, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, tentang pentingnya ikut ber-KB. Saat ini jumlah peserta KB di Kabupaten Bengkalis sudah mendekati angkat 12 ribu peserta. Artinya, selama tiga bulan pencanangan Bhakti Sosial IBI KKBPK Kes, ditargetkan meningkat sekitar 33 persen.
Untuk tahun 2019, kata Ismail saat itu, pihak Dinas Dalduk dan KB Kabupaten Bengkalis, memasang target sekitar 80 persen. Tentunya hal itu harus didukung oleh seluruh stakeholder dan partisipasi aktif dari organisasi profesi seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Read more info "Disdalduk KB dan 11 Kriteria Terwujudnya Kampung KB Mandiri" on the next page :
Editor :Tim NP
Source : -

