Permainan Anak-anak Tradisional Jangan Dilupakan
Setatak atau Main Angklek Salah Satu Permainan Tradisional di Indonesia
PEKANBARU - Anak-anak yang hidup di atas tahun 2000 sudah akrab dengan komputer, laptop, dan gadget.
Sangat disayangkan, hanya karena jenis sarana elektronik yang menyajikan fasilitas permainan (games), tidak membuat anak-anak Indonesia saat ini mampu bersosialisasi dengan baik.
Kasus yang timbul dalam 10 tahun ini adalah anak-anak menjadi pribadi yang selfish atau tidak mau bersosialisasi baik dengan teman-temannya.
Kondisi ini sebenarnya sudah dibaca oleh beberapa orang tenaga pendidik di sekolah, serta beberapa orang pemerhati anak-anak dan psikolog anak-anak.
Kondisi ini tidak bisa didiamkan. Suatu saat atau kini, anak-anak harus dibiasakan kembali dengan permainan-permainan tradisional yang baik dan membangun karakter mereka.
Memperhatikan situasi ini, pihak-pihak pemerhati anak-anak perlu menyediakan waktu dan menyelenggarakan momen
khusus untuk menerapkan kembali permainan-permainan tradisional untuk anak-anak. Apakah berbentuk regular momen pada hari Ahad pagi, ataupun
menyelenggarakan lomba-lomba permainan-permainan tradisional.
Pekanbaru merupakan kota yang sesuai dengan suasana bagi anak-anak untuk menerapkan kembali
permainan-permainan anak-anak tradisional secara terus menerus. Ini tindakan penetrasi agar kita tidak selalu
mengandalkan gadget dan sarana komputer lainnya dengan games yang ada di daloamnya.
(nusapos.com/Andra)
Editor :Tim NP