Irigasi Gurukinayan Tertutup Material Erupsi Sinabung
Irigasi Gurukinayan untuk mengairi areal persawahan berkisar 750 hektare dan akhir-akhir ini debitnya tidak lagi mencukupi. Sehingga pola tanam padi Desa Batukarang diberlakukan sistem gantian tanam padi sawah dan lainnya menanam tanaman hortikultura.
Apalagi setelah terjadi erupsi Sinabung dan disertai dengan banjir lahar dingin kalau musim hujan membuat areal hulu irigasi yang bersumber dari Sungai Lau Borus di bawah kaki Gunung Sinabung tertutup material erupsi dan banjir lahar dingin membuat saluran air irigasi kering.
Hal itu dikatakan Kadis PUD Karo, Paten Purba melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA), Evariani Br Sembiring kepada Analisa, Selasa (28/2) di Kabanjahe.
Evariani mengatakan, irigasi Gurukinayan terakhir ini sudah sering terganggu dan tidak berfungsi karena tertimbun pasir dan batu di pintu dam irigasi sampai beberapa ratus meter, akibat endapan banjir lahar dingin erupsi Sinabung.
Akibatnya, pengairan ke persawahan Batukarang putus dan kering. Pola tanam padi sawah berkali-kali gagal tanam. Sehingga penanaman padi sawah dialihkan menjadi tanaman hortikultura. Salah satu alternatif untuk mengantisipasi hal itu, memanfaatkan potensi irigasi lain yang selama ini belum maksimal diberdayakan.
“Di antaranya, irigasi Torong yang sumber airnya dari Sungai Lau Benuken sepanjang 8 kilometer dari hulu irigasi sampai ke saluran irigasi Batukarang,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, lanjutnya, irigasi Torong ini akan dinormalisasi. “Tanah atau pun pasir yang menimbun saluran irigasi kita korek dan longsor-longsor dibenahi. Dengan demikian, tahun berikutnya irigasi dapat kita permanenkan sesuai dengan anggaran yang ditampung dalam APBD nanti,” ujarnya.
Irigasi ini diharapkan dapat menjadi pendamping sumber air dari irigasi Gurukinayan untuk memenuhi debit air persawahan Desa Batukarang, yang konon disebut sebagai salah satu lumbung padi di Karo. “Kalau irigasi Gurukinayan tidak terganggu dengan erupsi Sinabung, tentu pola tanam padi nanti tidak lagi sistem gantian,” ujar Evariani.
Danramil Tiganderket, Kapten Arh Erlaba Perangin-angin yang selama ini terus bersama masyarakat petani menanam padi sebagai upaya membangun ketahanan pangan di Tanah Karo merespon positif dalam upaya PUD Karo memperbaiki irigasi Torong.
“Kalau nanti irigasi Torong berfungsi, penambahan areal penanaman padi dapat ditambah berkisar 100 hektare lagi. Sistem gantian menanam padi sawah mungkin tidak lagi terjadi. Tapi menanam serentak akan bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Diharapkan perbaikan irigasi Torong ini segera terwujud. Perbaikan irigasi Tanjungmorawa Kecamatan Tiganderket, yang bersumber dari Sungai Lau Borus di Titi Kambing juga perlu diperbaiki mengingat potensi irigasi ini satu-satunya mengairi persawahan 450 hektare di Kecamatan Tiganderket.
“Sampai saat ini, irigasi itu rusak dan tidak berfungsi. TNI siap membantu guna membangun pertanian di Tanah Karo,” ujar Danramil. (***)
sumber:http://harian.analisa#daily.com/sumut/news/irigasi-gurukinayan-tertutup-material-erupsi-sinabung/329...