Gus Ipul Luncurkan Buku Strategi Memakmurkan Jatim
Suasana bedah buku "Perubahan Berkelanjutan, Gotong Royong Memakmurkan Jawa Timur", di Aula Adi Sukadana, Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. (Foto/tis)
Gus Ipul Luncurkan Buku Strategi Memakmurkan Jatim
SURABAYA (Nusapos.com) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul meluncurkan buku berjudul "Perubahan Berkelanjutan, Gotong Royong Memakmurkan Jawa Timur", di Aula Adi Sukadana, Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu (20/12) kemarin.
Peluncuran buku kali ini diikuti ratusan mahasiswa serta civitas akademika Fisip Unair Surabaya, dan beberapa undangan. Tiga narasumber dihadirkan yakni Dr Falih Suaedi Dekan Fisip Unair, Dr Ahmad Rubaidi Dosen Ilmu Politik UINSA, serta Prof Dr Luthfiyah Nurlaela pengajar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
"Tidak ada bahasa panggung (politik) di buku ini. Saya melihat buku ini juga bukan sarana politik karena bahasannya lugas dan enak disertai data yang cukup lengkap," ujar Falih Suaedi dari Unair Surabaya.
Di tambahkan, dalam buku ini Gus Ipul juga menunjukkan capaiannya selama 10 tahun bersama Gubernur Jatim Soekarwo dalam membangun Jatim. Beberapa kelemahan serta solusinya juga dipaparkan dengan runut dan jelas. "Ini profil utuh capaian Gus Ipul. Yang saya suka dari Gus Ipul, dia ini mau belajar selama 10 tahun mendampingi Soekarwo tanpa ada sedikitpun konflik," tegas Falih.
Di sisi lain, Gus Ipul menunjukkan birokrasi yang selama ini diterapkan adalah pamong praja yakni melayani dan bukan pangreh praja atau dilayani seperti yang banyak dilakukan para pejabat.
Sementara itu, pengajar ilmu politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Dr Ahmad Rubaidi mengatakan buku setebal 165 halaman ini berisi refleksi nyata serta progres report Gus Ipul selama dua periode menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur.
"Gus Ipul menyadari posisinya sebagai wakil tidak memiliki power yang kuat. Tapi di sini diulas gamblang capainnya dan ditulis tidak meledak-ledak. Data juga lengkap jadi ini sangat menarik," beber Rubaidi.
Dari sisi performa, Gus Ipul dinilai merupakan salah satu pejabat yang cenderung menampilkan kesederhanaan dan apa adanya. Jika mayoritas pejabat berbeda antara latar dan belakang panggung, namun tidak begitu dengan Gus Ipul.
"Di Buku ini, saya melihat Gus Ipul ini sederhana. Buku ini empirik, bahkan di kehidupan sehari-hari kalau kita lihat dia (Gus Ipul) ini kesukaannya memakai baju putih. Artinya baju putih kan tidak ada yang mahal," jelas pengurus PWNU Jatim ini.
Dari sisi pembangunan, lanjut Ubed sapaan akrab Rubaidi buku ini juga mencoba membedah disparitas yang selama ini selalu terjadi di belahan dunia manapun, yakni disparitas parsial, disparitas pendapatan dan disparitas lintas sektoral.
"Tidak hanya dibedah, buku ini juga menawarkan solusi jangka pendek, menengah dan panjang tentang upaya mengurangi disparitas yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah Jatim," bebernya.
Masih di tempat yang sama, Gus Ipul sapaan akrab Saifullah Yusuf mengatakan bahwa buku yang diterbitkan Airlangga University Press ini berisi catatannya selama mendampingi Soekarwo. Buku tersebut berisi catatan yang kemudian ditulis dan disempurnakan untuk kemudian dibukukan.
"Buku ini ingin melihat dan mengaris bawahi pembangunan yang berlangsung. Ke depan pingin perubahan tapi berangkat dari prestasi yang diperoleh pemerintah sebelumnya. Maka perubahan yang akan datang bermodal dari kondisi hari ini," tegas Gus Ipul.
Dalam buku ini, Gus Ipul ingin menunjukkan bahwa pembangunan di Jatim harus ada perubahan. Apa yang sudah baik akan dilanjutkan dan yang kurang baik segera disempurnakan.
"Perubahan itu harus dilakukan. Masyarakat saat ini sudah sangat cepat berubah, maka pemerintah dalam melayani masyarakat juga harus berubah lebih cepat. Dalam rangka melayani masyarakat inilah, maka pemerintah harus berubah, baik cara berfikir maupun teknologinya," pungkasnya. (tis)
Editor :Try Wahyudi Ary Setyawan
Source : -