Ujian di injury time bagi koalisi PKB dan PDIP
Political Entrepreneur Mulai Tebar Ranjau di Pilgub Jatim
Dekan FISIP Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam (foto/tis)
Situasi memanas itu memang sengaja diciptakan dengan tanpa disadari dibawa ke dalam situasi politik gaduh dan masuk dalam festival hore hore politik tanpa makna dan menyumbang kualitas demokrasi. "Libido para political enterpreneur yang tinggi kerap membikin situasi politik menjadi panas dan penuh kecurigaan. Bibit konflik seolah ditumbuhkan dan ini yang membuat situasi kerap menuju gaduh dan banal," tegas Surokim.
Diakui Surokim, banyak orang yang berkepentingan dalam Pilgub Jatim sehingga serba terbuka semua manuver politik menjelang pendaftaran calon, termasuk manuver black campign terhadap Abdullah Azwar Anas. "Jika serpihan-serpihan informasi di media itu dikumpulkan pasti akan bisa diketahui motif dan siapa yang bermain sesungguhnya, dan itu sebagian besar dilakukan oleh para political enterpreneur prefesional," imbuhnya
Kalau dicermati seksama, lanjut Surokim sebenarnya akan mudah diketahui adanya pola-pola dan model yang tidak lazim dan dilakukan by design. Cawagub Jatim Anas kali ini jadi sasaran tembaknya relatif sensitif. Sebab isu etis (moral) yang hendak dimainkan biasanya membutuhkan waktu recovery cukup lama. Sebaliknya jika yang diserang itu soal kompetensi dan kapasitas calon maka recovery nya bisa lebih cepat. "Karena yang diserang ini sisi etis maka kandidat (calon) biasanya butuh energi ekstra untuk menghadapi," beber Surokim.
Konsekwensi yang dihadapi Anas jika bersikukuh tetap maju walaupun diterpa isu etika, kata Surokim adalah partai pengusung akan dianggap konsisten, dan teguh pendirian. "Namun dampak minusnya akan mematik penasaran banyak pihak dan energi pemenangan akan banyak tersedot ke arah itu untuk menepis rumor dan rasa ingin tahu dan penasaran publik," ujarnya.
Karena fokus tim pemenangan yang berbeda itu juga berpotensi mematik faksi dikoalisi partai pendukung Gus Ipul-Anas. "Perbedaan fokus dan penyikapan terhadap masalah itu biasanya partai koalisi ingin onfire pada pemenangan dan tidak mau ribet menghadapi rumor berkepanjangan," katanya.
Potensi perbedaan penyikapan antarpartai koalisi sangat terbuka dan bisa terjadi jika PKB sebagai pengusung Bacagub merasa tidak sepakat terhadap langkah yang diambil PDIP sehingga mengambil langkah pecah koalisi. "Sebaliknya kalau PKB menerima setengah hati, karena kurang sepakat mempertahankan Anas itu juga bikin soliditas koalisi tidak maksimal," imbuhnya.
Di tambahkan Surokim, politik last minute di Pilkada selalu penuh kejutan. Bahkan jika PKB-PDIP sampai pecah kongsi akibat isu yang menerpa Anas, maka sangat terbuka peluang konfigurasi koalisi baru di Pilgub Jatim. "Bisa jadi PKB akan ganti berkoalisi dengan Gerindra dan PDIP berkoalisi dengan NasDem atau PAN.
Semua serba terbuka di last minute," kelakar Surokim.
Pilgub Jatim akan semakin seru, karena isu etika itu bisa dijadikan sebagai pemantik untuk terjadinya poros baru di Pilgub Jatim yang selama ini cenderung mengalami kebuntuan karena tidak adanya kesepakatan yang dicapai oleh Gerindra, PAN dan PKS.
"Akan semakin seru, tergantung arah anginnya kemana kesepakatan antarpartai itu. Jika PKB pecah kongsi dengan PDIP di Pilgub Jatim, Gerindra akan diuntungkan dan punya peluang menyalip di last minute. Kalau isu Anas ini gagal diantisipasi PKB dan PDIP, maka berpotensi merubah dan membawa dampak pada konfigurasi koalisi di Pilgub Jatim," pungkasnya. (tis)
Read more info "Political Entrepreneur Mulai Tebar Ranjau di Pilgub Jatim" on the next page :
Editor :Try Wahyudi Ary Setyawan
Source : -