Masjid dan Gereja Tentram Berdampingan Saat Maulid Nabi dan Malam Natal
Masjid dan Gereja Tentram Berdampingan Saat Maulid Nabi dan Malam Natal
PEKANBARU - Ketika aksi terorisme marak terjadi di berbagai negara, bahkan Prancis yang harus kehilangan ratusan nyawa, masjid-masjid dan sejumlah gereja di Indonesia, khususnya di Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru, justru dapat tentram saat merayakan hari keagamaan yang sakral, Maulid Nabi Muhammad dan malam Natal.
Seluruh Masjid terpantau dipenuhi Umat Muslim yang sedang memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Sementara itu, sejumlah gereja dipenuhi Umat Kristiani yang tengah merayakan malam Natal.
"Semuanya berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan kaemanan termasuk teror," kata Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Jumat (25/12).
Andi Rachman sebelumnya telah turun untuk meninjau dituasi pengamanan malam Natal di sejumlah gereja bersama Kapolda dan Danrem.
Pengawalan ketat terlihat di sejumlah gereja di Pekanbaru, terutama di rumah ibadah besar yang berada di tengah kota.
Bahkan situasi kondusif terlihat di sejumlah gereja yang berdampingan dengan masjid-masjid pusat kota. Situasi tentram malam sakral itu menurut pandangan ahli merupakan jawaban atas keresahan ketika Indonesia diklaim sebagai salah satu negara "pencetak" terorisme jaringan internasional.
"Semuanya terbantahkan tadi malam, saat Maulid Nabi dan malam Natal dapat berjalan lancar, bahkan di sejumlah gereja yang berada berdekatan dengan masjid," kata Safan Alim, ulama yang menyatakan anti radikalisme.
Para ulama di sejumlah masjid menyiarkan anti radikalisme saat malam Maulid Nabi Muhammad, bersamaan dengan malam perayaan Natal. Sementara sejumlah gereja terdengar suara nyanyian khas dari sejumlah umat kristiani.
Ketentraman malam Natal dan Maulid Nabi menunjukkan Indonesia merupakan negara besar yang mampu menjagaka kerukunan umat, demikian penceramah gereja, Batuar, dalam bekalannya di Malam Natal. (***)
Editor :Tim NP