Ribuan Warga Batang Peranap Inhu Terisolasi
Akibatnya, akses transportasi menuju dua desa yang berada di seberang sungai itu terputus. Kendati ada jalan lain, namun warga harus memutar dan memakan waktu lama. Bahkan, kondisi jalan tersebut juga mengalami rusak parah.
"Yang ambruk hanya pada bagian pangkal jembatan atau tiang penyangga yang berada di Desa Sungai Aur. Hal itu diakibatkan oleh derasnya arus sungai yang menghantan tebing tempat tiang penyangga jembatan itu," kata Watno, S.Sos, Camat Batang Peranap menjawab GoRiau.com, Senin (6/3/2017) malam via selulernya.
Tiang jembatan gantung itu ambruk sekitar pukul 09.10 WIB pagi tadi dan saat ini jembatan tersebut sudah tidak bisa dilintasi. Terlebih, sebagian besar badan jembatan itu berada di dalam sungai yang arusnya cukup deras.
Ads
"Akibat ambruknya jembatan itu, jalan menuju Desa Pesajian dan Desa Peladangan via Desa Sungai Aur putus total dan mengakibatkan ribuan warga di dua desa itu terisolasi, kondisi itu diperparah karena kondisi jalan kabupaten via Desa Selunak-Pesajian yang merupakan jalur darat satu-satunya juga mengalami rusak parah," tutur Watno.
"Jika melihat medan, selain sepeda motor, hanya mobil doble garda yang mampu melewati ruas jalan itu. Bila menggunakan mobil biasa, warga harus memutar melalui jalan Kukok, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuansing.
"Untuk sampai di ibukota kecamatan, warga harus menempuh perjalanan selama dua jam lebih lama. Jarak tersebut tentu lebih jauh tiga kali lipat dibanding jalur biasa. Karena, jarak tempuh via Selunak-Pesajian menuju Kecamatan Batang Peranap hanya berjarak 27 Km dan jika jalan bagus dapat ditempuh dalam waktu 30 menit," tambah Watno.
"Terkait hal itu, kita dari kecamatan telah melaporkan hal tersebut kepada Bupati dan Wakil Bupati Inhu serta instansi terkait," pungkasnya.(goriau)