Pemprov Riau Layak Terima Rekor MURI Pertahankan 18 Tahun Kabut Asap
Ramli Abdul Hamid, Lc MEi tokoh masyarakat Riau dan pimpinan pondok pesantren Al Uswah
Pekanbaru - Bencana Kabut asap yang melanda beberapa daerah sumatera dan kalimatan merupakan bentuk kejahatan politik pemerintah Indonesia terhadap rakyatnya.
Mudahnya pemerintah memberikan izin - izin dikawasan hutan memicu terjadinya pembakaran hutan dan lahan sehingga menimbulkan bencana kabut asap.
" ada beberapa faktor terjadi kabut asap dan polusi udara antara lain keadaan lahan yang tidak merata, kemarau panjang yang merupakan azab diakhir zaman yang tertulis dalam Al-qur'an, dan asap rokok mengepul hampir 1 juta batang per hari, ujar ketua DPW PBB Riau Ramli Abdul Hamid, Lc MEi kepada media, minggu (18/10).
Menurut Ramli, pemerintah belum bekerja maksimal dalam menangani kabut asap. Untuk lahan seluas 123 hektar hanya menggunakan dua mobil pemadam kebakaran.
"Jadi wajar saja sampai saat ini kabut asap tak kunjung hilang." Ungkap Ramli yang terkenal kritis terhadap permasaahan masyarakat ini.
Ramli menyindir pemerintah Indonesia khususnya Pemerintah Provinsi Riau (Pemprov) layak diberikan penghargaan Rekor MURI , karena berhasil mempertahankan kabut selama 18 tahun secara beruntun
Ramli mengambil contoh korea selatan bekerja dengan maksimal menangani kahutla.hanya untuk memadamkan 6 Ha lahan terbakar, Pemerintah Korea menggunakan 2 skuadron Helikopter. 1 Skuadron sama dengan 24 pesawat. Seharusnya pemerintah menjadikan itu sebagai pedoman tambah Ustadz Ramli
Ramli membeberkan cara pemerintah Indonesia menanggani pasca kabut asap dengan mencabut izin dan menangkap pelaku bukan cara yang ampuh. Buktinya kabut asap terus terjadi.
Kabut asap tahun inu merupakan tergolong paling parah. Menghabiskan dana yang tidak sedikit dan lebih parahnya lagi mematikan ekonomi dan pendidikan bahkan telah merenggut nyawa manusia.
Ramli memberikan solusi untuk Indonesia kedepannya harus memiliki alat pemadam yang canggih. Dana untuk pemadaman diambil dari pajak rokok, emudian jangan menunggu titik api muncul, tetapi dijaga jangan sampai muncul titik api. "Supaya titik api jangan muncul, hutan harus dijaga oleh ABRI " Pungkas Ramli(***)
Editor :Tim NP