Buka Kongres HMI, Wapres JK Cuma 2,5 Jam di Pekanbaru
Buka Kongres HMI, Wapres JK Cuma 2,5 Jam di Pekanbaru
PEKANBARU - Pembukaan Konggres ke-XXIX Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) pada 22-26 November akan dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla. Namun, orang nomor dua di Indonesia ini tidak akan lebih dari 2,5 jam berada di Pekanbaru.
Selain Jusuf Kalla, sejumlah menteri yang dulu pernah tergabung dalam HMI, juga akan berkunjung ke Riau. Seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Annis Baswedan, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, mantan Ketua DPR RI yang juga dewan penasehat Golkar Akbar Tanjung.
"Pak JK rencananya di Pekanbaru cuma membuka Kongres HMI aja, lepas itu kembali ke Jakarta," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, didampingi Ketua Cabang HMI Pekanbaru Syueb serta Ketua Panitia Lokal Kongres HMI, Ahmad Effendi Siregar, di ruang rapat gubernur, Kamis (19/11/15).
Kegiatan ini menurut Plt Gubri tentunya dapat dimanfaatkan untuk mengangkat nama Riau ke kancah nasional. Apalagi para alumni HMI yang nota bene juga banyak menjabat sebagai menteri akan hadir ke Pekanbaru. Dengan begitu, hal ini dipandang hal penting.
Apalagi, Plt Gubri juga berpesan kepada seluruh peserta HMI khususnya dari Riau juga dapat menjadi duta dari masyarakat untuk memunculkan ide-ide cemerlang serta memberikan image positip dengan Riau kepada peserta kongres lainnya.
Sementara, Ketua Panitia Lokal Kongres HMI, Ahmad Effendi Siregar menyatakan persiapan pelaksanaan kongres berjalan dengan lancar. Persiapan tekhnis penyambutan para tamu juga sudah dimatangkan.
"Harapan kami tentunya kongres ini dapat didukung seluruh elemen masyarakat Riau. Kami janji tidak akan mengecewakan amanah yang telah diberikan kepada kami," ujarnya.
Ada pun terkait Presiden Joko Widodo yang sebelumnya dijadwalkan membuka acara kongres HMI, menurut Ahmad Effendi, memang setakat ini pihak istana sudah mengkonfirmasi mengutus JK membuka konggres.
"Kita sudah konfirmasi memang pihak istana telah mengutus pak JK. Tapi kami tetap terus berkoordinasi apakah ada perubahan nantinya," ungkap Ahmad Effendi. (fr/rls)
Editor :Tim NP