Peringati G30S/PKI, Masyarakat Enggan Pasang Bendera Setengah Tiang
Pekanbaru : Dalam rangka memperingati Gerakan 30 September / PKI atau Gestapu PKI tidak disambut dengan memasang bendera setengah tiang di Provinsi Riau.
Berdasarkan pantauan di Kota Pekanbaru, Sabtu (30/9/2017) di kantor pemerintah atau instansi/lembaga swasta hampir terlihat adanya pemasangan bendera. Jikapun ada, pemasangan bendera satu tiang.
Menangapi hal itu, Instiawasi Ayus selaku Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Riau menilai warga tidak memasang bendera karena merasa tidak penting lagi memasang bendera saat perayaan G30S/PKI.
"Kalau menurut saya, hal itu sebagai pertanda terdegradasinya nasionalisme bagi masyarakat, sudah lupa dengan pejuang yang berusaha hingga titik darah penghabisan dalam memepertahankan tanah air dan negara kesatuan republik Indoneisa," imbuhnya.
Dikatakan, selain kurangnya kesadaran masyarakat dalam memasang bendera di depan rumah atau kantor, peringatan G30S/PKI juga dianggap tidak berbeda dari hari biasanya yaitu menjalankan aktifitas sehari-harinya tanpa menghiraukan adanya G30S/PKI dan dilanjutkan hari kesaktian Pancasila.
"Bagi masyarakat sebahagian hari ini meruapkan hari biasa, jadi ya mereka tetap seperti biasa dengan pekerjaanya sehari-hari," katanya.
Sementara itu, alasan sejumlah masyarakat yang tidak memasang bendera beragam dan alasan cukup sederhana seperti memasang bendera hanya bagi pemerintah dan tidak diwajibkan bagi masyarakat serta alasan lainnya.
“Kami selaku warga tidak mengerti apalagi tidak ada pemberitahuan atau himbauan dari pejabat pemerintahan," dalih Usman, salah seorang warga Kota Pekanbaru.
Namun ada juga warga yang mengaku kecewa dengan pemerintah, sehingga tidak mau mengibarkan bendera, tidak hanya pada saat ini tetapi juga pada saat Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan dan hari besar nasional lainnya .
Meski kecewa dengan pemerintah, seperti pengakuan Ibrahim salah seorang warga lainnya berharap pemerintah mau bekerja lebih keras untuk memperbaiki kehidupan ekonomi rakyat kecil. (RRI)
Editor :Tim NP