7 Fakta Terkait Peringatan Hari Batik Nasional
PARASRIAU-Setiap tanggal 2 Oktober masyarakat Indonesia memperingati Hari Batik Nasional. Semua kalangan wajib mengenakan pakaian warna-warni batik agar tetap tampil cantik dan tampan.
Seiring bertambahnya waktu, kepopuleran kain batik kian melejit. Dulunya baju batik hanya sering dipakai orang tua dan kalangan tertentu. Namun, saat ini, kain batik dikreasikan menjadi pakaian ready to wear.
Bahkan, lewat tangan-tangan kreatif para desainer Indonesia, kain batik bisa disulap menjadi pakaian yang unik dan memiliki nilai seni yang tinggi. Beberapa dari mereka juga mengenalkan keindahan kain batik lewat ajang fesyen show kelas internasional.
Di balik semua itu, ada banyak fakta menarik yang harus Anda ketahui seputar perkembangan kain batik di Indonesia yang kian tenar. Berikut ulasannya.
Ditetapkan sebagai warisan dunia
Kain batik telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. PBB menetapkannya pada 2 Oktober 2009 lalu, karena inilah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menentukan sebagai Hari Batik Nasional. Sejak saat itu, semua rakyat Indonesia diutus menggunakan pakaian batik saat beraktivitas.
Dilirik penduduk dunia
Kain batik tak hanya dikenal oleh rakyat Indonesia saja. Penduduk dunia pun telah mengenal batik, bahkan meliriknya. Sudah sering sekali ajang fashion week dunia mengundang para desainer yang mengkreasikan batik untuk dipamerkan. Tentunya, ajang tersebut menambah nilai jual batik yang harganya menjadi sangat mahal sekali.
Batik tak hanya dari Jawa
Dulu, masyarakat Indonesia mengenal motif kain batik hanya dari Jawa. Namun, karena populernya batik di kancah Internasional, hampir semua pulau di Indonesia mengembangkan motif batik sesuai dengan ciri khas daerahnya. Termasuk Kalimantan, Sulawesi, Bali, Madura. Anda juga harus menambah koleksi kain batik dari berbagai daerah di Indonesia untuk ikut melestarikan kain batik yang unik.
Dulu identik dipakai perempuan
Menilik sejarahnya, kain batik dahulu hanya dipakai perempuan Jawa di masa lampau. Dalam kehidupan sehari-hari mereka menggunakan kain batik sebagai penutup tubuhnya. Bahkan, dalam beberapa acara besar keagamaan atau ritual keluarga, mereka juga mengenakan batik. Motifnya cukup beragam dan bahkan melegenda hingga kini.
Jenis batik
Sejak lama, kain batik terdiri dari tiga jenis yakni batik tulis, batik cap dan batik lukis. Adapun penamaan jenis kain yang cantik ini berdasarkan dengan teknik pembuatannya. Orang Jawa bahkan mengenalkan tradisi membatik secara turun-temurun sampai saat ini.
Motifnya beragam
Mungkin Anda sering mengenal motif batik parang, kawung, sidamukti, lasem, cirebonan dan lainnya. Seiiring waktu, motif batik semakin beragam jenisnya. Biasanya motif tersebut dibuat dari pengembangan budaya alam suatu tempat yang dituangkan ke dalam kain batik.
Saat ini, jika ingin memiliki beragam kain batik yang cantik dan menawan sangatlah mudah dicari. Warna-warnanya pun tidak identik dengan alam yang cenderung hitam dan cokelat. Anda bisa memiliki kain batik warna merah,pink, biru, ungu, dan warna mencolok lainnya yang begitu beragam.
Berwisata batik
Kain batik tak hanya digunakan sebagai pakaian formal sehari-hari yang dijual di pusat perbelanjaan atau pasar pakaian. Di beberapa daerah asalnya ada destinasi wisata kampung batik yang juga diminati traveller asing. Misalnya di Solo ada Kampung Batik Laweyan dan Kauman. Di Pekalongan juga terdapat lokasi kampung batik tulis yang wajib disinggahi. Bagi Anda yang penasaran, yuk datangi kampung batik tersebut. Anda pun dapat menyaksikan teknik membatik secara langsung atau malah ikut membatik di sana. Seru kan?
sumber:parasriau
Editor :Tim NP