10 Ribu Penjernih Udara Dikirim ke Daerah Asap
JAKARTA- Pemerintah akan mengirimkan sedikitnya 10 ribu alat penjernih udara (air purifier) ke daerah terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.
"Kita siapkan alat penjernih udara dan air, itu mulai besok (hari ini) Kalimantan Tengah atau Palangkaraya sudah masuk. Hari ini (kemarin) mulai terkirim sebagian," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Senin (26/10/2015).
Menko Luhut mengatakan, pemerintah juga terus menyiapkan opsi evakuasi bagi warga yang terkena dampak kabut asap. Tahapannya dibagi tiga, yaitu evakuasi di kota yang sama dengan menyiapkan shelter dan rumah singgah.
Selanjutnya opsi kedua, memindahkan masyarakat ke kota yang relatif aman dari bencana asap. "Kalau gagal lagi, kapal perang sudah siap untuk menampung mereka, bayi-bayi terutama untuk mendapat shelter yang bagus. Sekaligus TNI sudah menyiapkan kapal rumah sakitnya. Standar di daerah Kalimantan dan Sumatera," kata Luhut di detikcom.
Pemerintah menyiapkan tiga langkah dalam menangani asap yang masih mengkhawatirkan. Langkah pertama adalah penanggulangan kebakaran atau membatasi penyebaran api. Langkah kedua, pemerintah melakukan operasi kemanusiaan. Ketiga, pemerintah juga sudah mempersiapkan kapal perang atau kapal Pelni untuk antisipasi evakuasi.
Di Riau, posko evakuasi korban asap terus didirikan hingga ke kabupaten/kota. Bengkalis misalnya, membuat lima posko di lima kecamatan yakni Kecamatan Bengkalis, Bukitbatu, Siak Kecil, Mandau dan Pinggir. "Kelima kawasan tersebut yang sering terkena dampak kabut asap sejak dua bulan belakangan ini," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Bengkalis, Mohammad Djalal.
Posko berada dalam koordinasi lintas satuan kerja meliputi BPBD-Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Badan Lingkungan Hidup dan Satuan Polisi Pamong Praja. "Posko ini sifatnya emergency. Kalau ada penderita berat berbagai penyakit akibat dampak kabut asap langsung dirujuk ke rumah sakit atau Puskesmas karena kita menyiapkan tenaga medis beserta obat-obatan hanya untuk penderita penyakit ringan," ujar Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan dan Lingkungan Diskes Bengkalis, Irawadi. (***)
Editor :Tim NP