Diduga Keracunan, Warga Situbondo Tewas dan Delapan Lainnya Kritis
Menurut keterangan, Kasubag Humas Polres Situbondo Iptu Nanang Priambodo, korban meninggal diduga karena menghirup zat CO2 bercampur amoniak yang mengganggu pernafasan.
"Kebiasaan orang di desa saat mengoplos pupuk cair suka berlebihan, yang akhirnya dapat menyebabkan kesalahan fatal," katanya saat dikonfirmasi RRI.
Selain korban meninggal, delapan orang pekerja yang sedang bekerja di tempat yang sama, juga mengalami keracunan. Saat ini mereka sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Abdurrahem, Situbondo.
"Delapan orang masih dalam kondisi kritis dan sedang dalam penanganan medis," ujarnya.
Delapan korban keracunan tetes tebu yang masih dirawat di RSU Situbondo adalah, Samsiadi (27), Tolak (28), Jailani (29), ketiganya warga Desa Tanjung Glugur, Kecamatan Mangaran, dan Sugianto (34), warga Desa/Kecamatan Mangaran, Situbondo.
Sementara korban lainnya yakni, Wiryoto (40), Warsito (50), Ernanto (35), ketiganya asal Dusun Padegan, Desa Tanjung Kamal, serta korban Misli (25) asal Desa Tokelan, Kecamatan Panji, Situbondo.
Untuk sementara waktu, Nanang belum dapat menyimpulkan tentang penyebab pastinya peristiwa ini. Polisi masih melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi kejadian.
“Kita sudah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti mesin penyedot, selang, dan contoh pupuk cair," katanya. (Rri)