Wapres Serukan Kemandirian dan Persatuan Pemuda Islam
Wapres Serukan Kemandirian dan Persatuan Pemuda Islam
PEKANBARU - Wakil Presiden Jusuf Kalla buka Kongres ke-XXIX Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Hotel Labersa, Ahad (22/11/15). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wapres yang disaksikan oleh para menteri yang pernah menjadi kader HMI, serta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.
Jusuf Kalla saat memberikan sambutannya di hadapan peserta kongres lebih banyak memotivasi kepada seluruh kader HMI untuk mandiri dalam berkarya. Kemandirian menurut JK, juga sebagai bentuk usaha agar tidak selalu bergantung dengan orang lain.
JK pun berbagi pengalaman dimana ketika dirinya masih muda, ketika kongres HMI digelar, banyak kader menjual kue. Membuat kerajinan untuk dijual yang uangnya digunakan untuk modal keberangkatan, bukan proposal.
Selain itu, JK yang merupakan kader HMI pada 1960 tersebut meminta kader HMI lebih mengedepankan logika, akal dan pikiran dalam bertindak. Kemarahan yang acap ditonjolkan bukanlah bentuk penyelesaian.
"Insan akademis berarti mendahului logika, akal dan pikiran. Bukan mendahulukan kemarahan. Tanpa akal sehat, kita tak mungkin bisa sampai ke Riau ini," kata JK, Ahad (22/11/15) saat memberikan sambutan pembukaan kongres ke-XXIX HMI.
Selain itu, JK juga menyatakan kesedihannya saat memperingati tahun Hijriah, dimana jutaan umat Islam dari berbagai negara terpaksa meninggalkan negaranya, mengungsi ke negara lain.
"Saya sedih melihat ketika memperingati tahun hijrah. Dimana jutaan rakyat berhijrah dari negaranya ke nagara yang bukan non Islam," ungkap JK.
Persoalan ini harus kita ambil hikmahnya, dengan menguatkan masyarakatnya, menguatkan kebudayaannya, menguatkan negara agar jangan mau dikuasi negara luar yang memiliki tujuan tertentu.Lihat saja Irak, Afgaistan, Syria, diobrakabrik negara luar karena lemahnya negara itu. Karena itu, kata-kata bersatu tidak boleh diabaikan. Pemuda sebagai generasi saat ini harus dapat melihatnya agar dapat intropeksi diri.
"Kita sebagai umat Islam, pemuda Islam, harus melakukan intropeksi diri unuk berbuat lebih baik, bersatu, tidak terpecah belah," papar JK.
Pada kesempatan ini ketua panitia lokal kongres HMI dimanfaatkan menyinggung persoalan Riau di hadapan Wapres dan tokoh nasional terkait asap yang selama ini dirasakan masyarakat Riau. Selain itu persoalan konflik lahan, hingga pencabutan izin perusahaan yang terbukti membakar lahan.
"Bang Ferry (Menteri Agraria dan Tata Ruang) kita ingat komitmen abang akan bersikap tegas terhadap dalam persoalan lahan di Riau, kemudian berjanji akan mencabut izin perusahaan perkebunan yang tak bertanggungjawab," kata panitia.
Sejumlah menteri maupun tokoh nasional yang sama-sama berasal dari keluarga besar HMI turut menghadiri kegiatan kongres, diantaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Annas Baswedan, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry Mursyidan Baldan, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Menrestekdikti M Nasir, mantan Ketua DPR RI yang juga dewan penasehat Golkar Akbar Tanjung.
Selain itu ditingkat daerah ada juga Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Asisten I Setdaprov Riau Ahmadsyah Harofie, Bupati Kampar Jefri Noer, serta para sponsor kegiatan yang berasal dari kalangan swasta.Seribuan peserta kongres yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia memadati ballroom hotel, dengan pengamanan ketat dari Paspampres. (fr/van)
Editor :Tim NP