Aksi Sumpah Lawan Asap di Hari Sumpah Pemuda
Mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi yang ada di Pekanbaru sudah memadati gerbang pagar pintu masuk samping di Jl. Cut Nyak Dhien, sebagian sudah ada yang masuk ke bagian dalam jalan kantor Gubernur Riau
Pekanbaru - Hari bersejarah tanggal 28 Oktober ini, merupakan hari Sumpah Pemuda, saat yang istimewa dan khidmat sebagaimana biasanya agenda upacara atau seremonial dalam memperingati hari Sumpah Pemuda dimana saja di Indonesia. Saat ini, berbeda di Pekanbaru, kota yang sudah hampir 3 bulan dilanda bencana kabut asap, 28 Oktober 2015, diperingati dengan mimbar bebas dari mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi di Pekanbaru, di antaranya yang senantiasa hadir di mimbar bebas ini, Universitas Riau (UR), Universitas Islam Negeri Susqa.
Kali ini, apa yang disampaikan oleh para mahasiswa peserta mimbar bebas sudah seiring dengan apa yang menjadi penderitaan masyarakat Riau selama 3 bulan ini. Saat propinsi Riau juga propinsi lainnya, diserang kabut asap, Perusahaan Listrik Negara kembali membuat jadwal pemadaman listrik dengan alasan berkurangnya pasokan air di bendungan Koto Panjang, yang selama ini menggerakkan listrik di hampir wilayah di Riau. Kondisi musim saat ini, musim kemarau mempengaruhi ketersediaan air di berbagai daerah di Riau. Sementara penanganan kabut asap yang ditimbulkan oleh kebakaran lahan dan hutan, belumlah optimal. Korban berjatuhan silih berganti. Mulai dari bayi, balita hingga orang dewasa.
Mahasiswa berkisar 850 orang, bergerak dari ruas jl. Jend. Sudirman menuju jl. Cut Nyak Dhien, sambil menyuarakan tuntutannya. Mereka diperbolehkan menyampaikan aspirasinya di halaman kantor gubernur riau, untuk menyampaikan surat tertulis pernyataan sikapnya.
nusapos.com mendapatkan ringkasan isi Aksi Sumpah Lawan Asap dari peserta mimbar bebas dengan uraian sebagai berikut:
1. Amandemen UU 32/2009 Pergub Riau 11/2014 haramkan pasal pembakaran lahan
2. Tangkap pemilik perusahaan pembakar lahan, sita seluruh tanah dan aset perusahaan pembakar lahan. Tanah hasil sitaan digunakan untuk petani-petani tidak bertanah, dan perusahaan harus mengganti semua biaya pemadaman api dalam APBN/APBD
Read more info "Aksi Sumpah Lawan Asap di Hari Sumpah Pemuda" on the next page :
Editor :Tim NP