Program PEN di Masa Pandemi Covid-19
Wako Pekanbaru DR. H. Firdaus, MT Berharap Dana Hibah Pariwisata Tepat Sasaran

PEKANBARU, NUSAPOS - Dalam rangka menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ditengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru menggelar Sosialisasi Dana Hibah Pariwisata Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional tahun Anggaran 2020.
Sekitar 1.000 pengusaha hotel dan restoran akan menerima dana hibah dari pemerintah pusat. Dana hibah ini guna mendorong pelaku usaha di sektor wisata ini bisa tetap bertahan di tengah pandemi corona.
Demikian disampaikan Wali Kota Pekanbaru DR. H. Firdaus, MT usai membuka sosialisasi dana hibah pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi nasional di Hotel Aryaduta, Rabu (11/11).
"Dana hibah ini untuk mendorong pelaku usaha di sektor wisata agar bisa tetap bertahan di masa pandemi corona. Saya harap nantinya dana hibah ini tepat sasaran," katanya.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri Direktur Pendapatan Daerah pada Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr Hendriwan MSi, Analis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah pada Direktorat Pendapatan Daerah Kemendagri, R An An Andri Hikmat, Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, dan jajaran Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru.
Foto: Walikota Pekanbaru, Firdaus foto bersama Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr Hendriwan MSi, Analis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah pada Direktorat Pendapatan Daerah Kemendagri, R An An Andri Hikmat, Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin
Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengatakan kegiatan sosialisasi dana hibah pariwisata yang menjadi salah program dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Pemerintah Pusat berlandaskan peraturan Kementrian Pariwisata.
“Kegiatan ini kita selenggarakan berlandaskan peraturan Kementrian Pariwisata yang mengacu pada petunjuk teknis penyaluran dana hibah pariwisata kepada pegiat usaha pariwisata di Kota Pekanbaru,” terang Ami sapaan akrabnya.
Lebih lanjut disampaikan mantan camat Rumbai ini bahwa, adapun usaha yang berhak mendapatkan dana hibah pariwisata tersebut terdiri dari usaha perhotelan dan industri restoran yang sangat terdampak selama pandemi Covid-19 melanda.
“Ada 1.072 pengusaha hotel dan restoran yang akan kita berikan sosialisasi dana hibah ini, yang terdiri dari 221 pengusaha hotel dan 851 pemilik industri restoran,” sebutnya.
Dikatakan Ami, guna mengantisipasi Covid-19 yang juga dalam rangka menerapkan protokol kesehatan, pihaknya tidak mengumpulkan 1072 peserta tersebut dalam satu waktu, namun penyelenggaraan sosialisasi dibagi menjadi tiga hari.
“Mengantisipasi penyebaran Covid-19 peserta tersebut kita bagi, kegiatan ini kita adakan selama 3 hari yang dimulai hari ini, semoga kegiatan sosialisasi ini dapat berjalan lancar,” tambahnya.
Sementara itu, Walikota Pekanbaru Firdaus usai membuka sosialisasi mengatakan bahwa tidak sembarang pengusaha yang dapat bantuan dana hibah pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tersebut.
“Dalam sosialisasi inilah nanti dipaparkan apa syarat dan kriteria wajib pajak yang berhak mendapatkan bantuan, dengan begitu indikatornya jelas kepada siapa insentif ini diberikan,” ungkapnya.
Ditambahkan Firdaus, bantuan yang diberikan pemerintah pusat kepada pelaku usaha di bidang pariwisata tersebut akan diberikan secara tunai (cash). Untuk itu, Pemerintah Kota Pekanbaru mengadakan sosialiasi agar terwujudnya transparasi penyaluran bantuan nantinya.
“Kita buat sosialisasi ini supaya nanti tidak menjadi fitnah, kepada siapa bantuan ini diberikan. Selain itu, kita tak ingin nanti terkesan kongkalikong dalam penyalurannya,” terang Firdaus seperti dikutip dari celotehriau.com
“Kita berterimakasih kepada pemerintah telah memberikan bantuan kepada pelaku usaha pariwisata agar dunia usaha kembali bangkit ditengah pandemi ini,” tambahnya. (Adv/Kominfo)
Editor :Tim NP
Source : Adv/Kominfo